Kamis, 01 Februari 2018 - 14:05:05 WIB
Kebesaran Allah Terlihat di Langit Riau
Author : Adek Rudi Hidayat
Kategori: Riau - [ 4188 ]


PEKANBARU,RAnews.tv - Saat yang ditunggu masyarakat tersaji, Rabu (31/1) malam. Fenomena langka gerhana bulan bersamaan dengan bulan pertama, bisa dinikmati masyarakat Riau. Sebagaimana banyak dilansir, puncak gerhana bulan superblue blood moon malam tadi terjadi pada pukul 20.29 WIB.

Pada saat puncak gerhana, bulan memang terlihat berwarna merah dan cenderung gelap. Tidak seperti cahaya bulan purnama biasanya yang kuning terang. Kebesaran Allah itu pun terlihat jelas di langit Riau malam tadi. Sebagian masyarakat menyambutnya dengan menggelar salat gerhana. Dalam tuntunan Islam memang disunahkan melaksanakan salat gerhana saat terjadi gerhana bulan maupun matahari. Di beberapa masjid juga terdengar khatib membawakan khutbah.

Salah satunya di Masjid Raya An-Nur di Jalan Hang Tuah, Pekanbaru. Pantauan Riau Pos sejak sore masyarakat sudah ramai di masjid ini untuk menyaksikan gerhana bulan dan melaksanakan salat gerhana. Setidaknya ada 10 ribu lebih jamaah mengisi masjid dari lantai I dan lantai II. Bahkan sebagian jamaah terpaksa salat dekat tangga dan teras di lantai dasar, karena tak tertampung dalam ruang masjid.

Salat yang diimami Rizal Hafidz berlangsung khidmat. Ayat-ayat suci Alquran yang dilantunkan imam dengan merdu menggetarkan kalbu. Dr Mustafa Lc MA yang bertindak sebagai khatib, dalam khutbahnya mengingatkan, semua kejadian, termasuk gerhana bulan total sudah diatur Allah SWT. Menurutnya, gerhana bulan merupakan salah satu bukti kemahabesaran Allah SWT.

‘’Umat Islam harus menjadikan feno­mena ini sebagai momen meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” katanya.

Ketika gerhana datang, lanjut Mustafa, umat Islam dianjurkan melaksanakan salat gerhana dan bertakbir sebagai wujud ketakwaan kepada Allah.  “Kita saat ini menyaksikan gerhana ini merupakan kekuasaan Allah. Sesungguhnya bulan dan matahari adalah tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang diperlihatkan ke kita. Bulan dan matahari terjadi gerhana bukan kaitan tanda-tanda kematian,” ujarnya.

Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau memaknai fenomena gerhana bulan sebagai tanda kebesaran Allah. Oleh karena itu, hendaknya umat Islam semakin mendekatkan diri kepada Sang Khalik. “Inilah bukti kebesaran Allah itu. Bila kita menengok fenomena ini, hendaklah memuji Allah. Banyak-banyak beristigfar,” kata Ketua Umum MUI Riau Prof Nazir Karim melalui Sekretaris Umum Zulhusni Domo, malam tadi.

Oleh karena itu, setelah melihat bukti kebesaran Allah itu, umat Muslim diajak untuk lebih banyak beribadah. Perbanyak berbuat kebaikan.  “Berbuat baik kepada diri sendiri, kepada keluarga, kepada ciptaan Allah lainnya,” ujarnya.

Tidak Semua Bisa Menikmati
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan ada beberapa pertanyaan yang masuk ke dirinya saat gerhana bulan muncul.

“Ada yang bertanya kok gak kelihatan bulan merahnya?” katanya malam tadi.

Thomas lantas menjelaskan, terlihatnya efek “merah darah” saat gerhana bulan banyak dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya adalah kondisi cuaca di mana pengamatan gerhana bulan dilakukan. Dia menjelaskan dalam kondisi sangat cerah, terlihat warna merahnya. Dia menjelaskan warna merah darah yang muncul itu merupakan hasil pembiasan sinar matahari. Meskipun saat gerhana posisi bulan-bumi-matahari sejajar, bukan berarti bukan tidak menerima cahaya matahari.

Ketika saat gerhana terjadi, gelombang cahaya merah dari matahari dibiaskan oleh bumi ke bulan. Dengan teleskop yang canggih, masyarakat bisa mengamati merembetnya cahaya di daratan bulan serta mengawasi kawah-kawah di bulan. Ketika diamati lebih jauh, saat puncak gerhana bagian bawah dari bulan terlihat lebih gelap. Menurut Thomas itu menunjukkan bahwa bagian bawah bulan merupakan bagian yang terdekat dengan bumi. Dia mengatakan pada fase gerhana total, bagian bawah bulan memang terlihat lebih gelap.  “Karena bagian itu adalah bagian dekat inti bayangan bumi,” ungkapnya.


Sumber: Riaupos.co


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)