Kamis, 25 Januari 2018 - 11:09:36 WIB
Memilih Makanan Pendamping ASI Terbaik untuk Balita
Author : M. Arpoda Nafiz Tampubolon
Kategori: Health - [ 37804 ]


JAKARTA,RANEWS.TV- Ketika ASI sudah tak lagi mencukupi, balita usia 1-3 tahun mebutuhkan asupan makanan pendamping ASI (MPASI). Hanya saja makanan pendamping itu ternyata tak bisa sembarang pilih.

Di Indonesia, MPASI yang kerap diberikan kepada balita adalah buah dan sayuran seperti pisang, apel, pepaya, brokoli, dan kentang.

Namun ternyata, makanan-makanan itu bukanlah makanan pendamping terbaik untuk ASI. Alih-alih terbaik, makanan ini justru malah bisa membahayakan bayi.Dokter ahli penyakit nutrisi dan metabolik anak Damayanti Rusli Sjarif menjelaskan MPASI yang baik harus mengandung zat-zat yang terdapat dalam ASI.

"Kalau ASI (untuk balita) enggak cukup tetap harus ditambahkan MPASI. MPASI harus memenuhi zat gizi yang tidak ada lagi di ASI yaitu butuh energi, protein, vitamin, terutama zat besi itu harus ada semua," kata Damayanti dalam diskusi memperingati Hari Gizi Nasional, Jakarta, Selasa (23/1).

Damayanti menjelaskan bayi membutuhkan zat besi sebanyak 11 miligram per hari. Zat besi ini harus terpenuhi agar perkembangan otak anak menjadi maksimal. Studi menyebut anak yang mendapatkan asupan zat besi yang cukup memiliki kelebihan dalam matematika.

Menurut Damayanti, zat besi paling banyak terkandung dalam hati ayam, angsa dan bebek. Zat besi justru sedikit sekali terdapat dalam sayur-sayuran dan buah. Pada pisang saja, misalnya zat besi yang terkandung hanya 0,5 miligram. "Mau di kasih berapa pisang supaya terpenuhi zat besinya? Tapi, kalau tiga hati ayam sendiri sudah terpenuhi kebutuhannya, gampang dan murah," ucap Damayanti.

"Enggak bisa dikasih buah pure-pure itu. Boleh diberi makanan seperti di rumah. coba nasi uduk nasinya sudah berlemak, dikasih telur, ada ayamnya disuwir, diblender, sudah lengkap."

Dia menambahkan bahwa sebenarnya, balita di atas usia 6 bulan dan sudah diberi MPASI maka bisa diberi makanan keluarga. Artinya, balita bisa diberi makanan yang sama dengan yang disantap oleh seluruh keluarga. 

Hanya saja di sisi lain, Damayanti menjelaskan bahwa sayuran tidak baik dikonsumsi bayi karena serat belum bisa dicerna oleh bayi.

"Jadi konsepnya, sayur dan buah dikenalkan tapi jumlahnya tidak terlalu banyak. Yang penting sudah mengenal rasa misalnya (sayur) sekuntum saja," ujar Damayanti.


Sumber: Cnnindonesia.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)