Sabtu, 13 Januari 2018 - 07:57:05 WIB
Imigrasi AS Razia 100 Toko 7-Eleven, Tak Ada WNI Ditangkap
Author : M. Arpoda Nafiz Tampubolon
Kategori: Internasional - [ 11259 ]


JAKARTA,RANEWS.TV- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC memastikan tak ada warga Indonesia (WNI) yang ditangkap dalam razia gerai 7-Eleven di Amerika Serikat.

"Sampai dengan saat ini, dalam pantauan KBRI tidak ada WNI yang tertangkap dalam razia di Seven Eleven," kata pejabat Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Washington DC, Muhammad Al Aula kepada CNNIndonesia.com, Jumat (12/1).

Imigrasi Amerika Serikat merazia hampir 100 gerai 7-Eleven di seantero negeri dan menangkap 21 orang yang dicurigai sebagai immigran ilegal.

Imigrasi juga memberi tenggat waktu bagi para pemilik toko waralaba itu untuk membuktikan bahwa para pegawai mereka memiliki izin kerja resmi.

Razia itu merupakan operasi terbesar yang dilaksanakan di tempat kerja oleh Badan Penegakan Hukum Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) sejak Presiden Donald Trump dilantik Januari tahun lalu.

"Tindakan hari ini membawa pesan kuat bagi para pelaku bisnis AS yang merekrut dan mempekerjakan tenaga kerja ilegal: ICE akan menegakkan hukum, dan jika ada yang melanggar aturan, mereka akan dimintai pertanggungjawaban," kata Wakil Direktur ICE Thomas Homan dalam suatu pernyataan seperti dilaporkan Reuters, Rabu (10/1).
Tindakan keras terhadap para imigran ilegal, termasuk dengan membangun dinding pemisah di perbatasan dengan Meksiko adalah janji Trump saat kampanye pemilihan presiden AS 2016.

Trump juga mendesak Parlemen untuk segera membuat kesepakatan soal program "Dreamers".  

"Dreamers" merupakan istilah yang mengacu pada mereka yang masuk secara ilegal ke Amerika Serikat saat masih anak-anak. Pada Selasa, Hakim San Francisco memblokir program yang diusung di masa pemerintahan Presiden Barrack Obama yang melindungi para "Dreamers" tersebut.

Rencana razia pada 98 toko 7-Eleven di 17 negara bagian dan District of Columbia mulai pukul 06.00 waktu setempat diberitahukan pada Rabu (10/1).

ICE memberi waktu tiga hari bagi para pemilik dan manager toko untuk membuktikan pegawai mereka adalah penduduk legal Amerika Serikat. Jika tidak, mereka terancam menghadapi hukuman sipil dan kriminal.
Menurut kabar yang dilansir situs berita Indonesia di Amerika Serikat, Indonesia Lantern,  banyak warga Indonesia yang tak memiliki dokumen lengkap bekerja di sejumlah toko 7-Eleven di Philadelphia, New Jersey, Maryland dan kota lainnya.

Mereka umumnya bekerja cukup berat, malah harus membayar pajak, walaupun gajinya termasuk minim. Banyak di antaranya yang tak betah dan pindah bekerja ke tempat lain.

7-Eleven, yang berpusat di Irving, Texas, memiliki 60.000 toko di 18 negara, 8.500 di antaranya di Amerika Serikat.

Razia 7-Eleven dilakukan antara lain di negara-negara bagian California, Colorado, Delaware, Florida, Illinois, Indiana, Maryland, Michigan, Missouri, Nevada, New Jersey, New York, North Carolina, Oregon, Pennsylvania, Texas dan Washington.


Sumber: CNNINDONESIA


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)