Kamis, 04 Januari 2018 - 09:55:23 WIB
Dinilai Lamban, Kadisperindag Diminta Mundur
Author : Adek Rudi Hidayat
Kategori: Riau - [ 11255 ]


PEKANBARU,RAnews.tv- Adanya rencana Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru  merelokasikan  pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Teratai, Jalan Alimuddinsyah, dan Jalan Seroja ke Pasar Higienis, namun hingga kini belum terlaksana juga. Sehingga instansi terkait mendapat kritik dari anggota DPRD Pekanbaru dan dinilai lamban.

Sebagaimana diungkapkan anggota DPRD Kota Pekanbaru, H Fathullah terkait lambannya  dinas terkait  dalam hal ini Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru untuk menertibkan PKL yang masih semrawut.

“Kalau kepala dinasnya atau satkernya  tidak bersikap tegas, silahkan saja mundur. Untuk apa gunanya membangun kalau tidak dipergunakan,” kata Fathullah  lantang  kepada Riau Pos, Rabu (3/1).

Politisi Gerindra ini menyayangkan, bahwa selama ini sebelum melakukan pembangunan pasar higienis, alangkah baiknya Disperindag  Kota Pekanbaru melakukan perundingan dulu dengan PKL .

”Jangan langsung dibangun. Dudukkan dahulu, bagaimana keinginan pedagang, baru dibangun. Ini tidak. Keinginan pedagang belum tentu seperti itu, tahu-tahunya main bangun saja,” jelas Fathullah.

Dengan kecerobohan dan tidak matangnya menuntaskan permasalahan PKL ini, ia berkali-kali menyarankan agar Kadisperindag  Kota Pekanbaru mundur saja dari jabatannya.

“Pemko juga harus tegas. Kami sarankan sebelum melakukan pembangunan, lakukan perundingan dahulu. Tanya keinginan pedagang, jangan sembarang bangun. Ini tidak ada pintu masuk dan pintu keluarnya hanya satu, yakin tidak semrawut,” ungkap Fathullah.Terkait desakan mundur serfta lamban menertibkan itu, Asisten I Bidang Pemerintah Sekretariat Kota (Setko) Pekanbaru, Azwan yang juga Ketua Tim Yustisi Kota Pekanbaru kembali menegaskan, penempatan kembali PKL akan dilakukan bulan Januari ini. Sebelum itu dilaksanakan, pihaknya akan melakukan rapat pembahasan bersama instansi terkait. “‎Dulu ada kendala, kapasitas tempat yang disediakan tidak mencukupi. Ada sebagian pedagang yang bertahan dan ada pula yang keluar dari Pasar Higienis, sekarang itu selesai. Pedagang nanti akan ditempatkan di Pasar Higienis dan PMJ, Januari ini,” ungkap Azwan kepada Riau Pos.

Untuk itu, pihaknya kali ini tidak menerima berbagai macam alasan pedagang yang menolak direlokasi. Sebab, kini telah disiapkan tempat jual beli representatif, tidak mengganggu ketertiban umum serta lebih baik dari pada di pinggir jalan. “Sekarang tidak ada lagi cerita mereka beralasan tidak ada tempat. Tempat itu semua sudah kita sediakan, pedagang tinggal berjualan disana,” jelas Ketua Tim Yustisi Kota Pekanbaru tersebut.

Kini sambung Azwan, pihaknya melakukan upaya persuasif dengan mengimbau para pedagang supaya segera pindah dan menempati tempat yang disediakan. Apabila hingga batas toleransi yang diberikan belum ada kesadaran pedagang, maka akan dilakukan penertiban.


“Kita masih persuasif dulu, meminta kesadaran untuk pindah guna mengantispasi terjadinya  hal yang tidak diinginkan. Dengan mereka pindah maka OPD teknis dapat melakukan pengawasan dan pembinaan. serta dilakukan penempatan kembali para pedagang,” jelas Azwan

‎Dengan dilakukan penempatan kembali para pedagang Azwan menegaskan, tidak ada lagi pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Teratai, Alimuddinsyah dan Seroja. Lokasi itu nantinya akan steril dari PKL.

“Tidak ada PKL berjualan disana. Kita pindahkan mereka semua, kita minta juga dukungan dan kerja sama dengan RT, RW, tokoh masyarakat serta pihak lainnya,” tegas mantan Kadisperindag Kota Pekanbaru itu.

Setelah penertiban dan penempatan ulang pedagang‎ dilakukan, Azwan mengatakan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diminta bekerja sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi). Seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru bekerja menangani kebersihan, menyediakan fasilitas kebersihan mulai dari tong sampah hingga TPS di sana.

“Kalau Dishub kita  kita memfungsikan kembali terminal. Memfungsikan terminal harga mati. Rambu-rambu ditata kembali jika diperlukan. Kemudian, Dinas PUPR kita minta merapikan kembali pedestrian yang telah dibangun serta lampu-lampu di pedestrian. Begitu juga dengan OPD teknis yang terlibat dalam penempatan kembali para PKL tersebut,” pungkas Azwan.

Sumber: Riaupos.co


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)