Senin, 11 Desember 2017 - 15:47:52 WIB
Antisipasi Penimbunan Barang, Pimpinan DPRD Minta Pemerintah Beri Sanksi Spekulan
Author : Adek Rudi Hidayat
Kategori: Riau - [ 15839 ]


PEKANBARU,RAnews.tv-Pimpinan DPRD Pekanbaru, sangat berharap kepada pemerintah, baik Pemprov Riau maupun Pemko Pekanbaru, memberikan sanksi kepada para spekulan harga sembako, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018.

Apalagi spekulan yang berupaya untuk mengambil keuntungan pribadi, sehingga merugikan masyarakat banyak.

"Kita harapkan jangan pernah terjadi di Kota Pekanbaru, khusus Provinsi Riau. Apalagi mereka yang menimbun stok sembako. Maka ini harus ditindak tegas, jangan hanya seremonial dan himbauan saja," tegas Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST, Senin (11/12/2017)

Agar permainan ini tidak terjadi, dia meminta agar pihak terkait bekerjasama dengan tim dari provinsi, untuk memantau dan mengawasi ketersediaan pasokan dan harga bahan pokok penting.

Terutama mengantisipasi, agar tidak terjadi penimbunan atau penahanan pasokan, yang menyebabkan naiknya harga.

Hingga saat ini, tambah Sigit, hanya beberapa kebutuhan saja yang harganya baru naik.

Seperti harga cabe Bukittinggi, cabe rawit dan cabe hijau.

Kenaikannya berkisar antara Rp 3.000- Rp 4.000. Kenaikan harga ini karena faktor alam dan penurunan produksi.

"Untuk harga kebutuhan lainnya, belum ada dilaporkan masyarakat ke kita. Tapi kita minta jangan sampai terjadi," pinta politisi Demokrat ini.

Lebih dari itu, dia meminta agar Disperindag memonitoring rantai distribusi, stok, dan pasokan serta harga di pasaran. Untuk harga pangan, baik itu di ritel modern maupun pasar tradisional.

Sebab, hal ini juga dilakukan langsung Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita, yang dengan tegas mengancam spekulan yang bandel di seluruh Indonesia.

Pengawasan tersebut akan mulai intensif dilakukan pada 1 Desember 2017 hingga 10 Januari 2018.


Sumber: Tribunpekanbaru.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)