Rabu, 06 Desember 2017 - 15:13:04 WIB
Deteksi Dini Kelainan Perkembangan Anak dengan KPSP
Author : Adek Rudi Hidayat
Kategori: Riau - [ 3615 ]


PEKANBARU,RAnews.tv- Deteksi dini kelainan sangat berguna, agar diagnosis maupun pemulihannya dapat dilakukan lebih awal. Sehingga perkembangan anak dapat berlangsung seoptimal mungkin.

Salah satu alat yang bisa digunakan untuk menilai perkembangan anak secara dini yang sangat mudah dilakukan selain tenaga kesehatan dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). KPSP dapat menilai kemajuan perkembangan anak sejak lahir hingga usia 6 tahun.

Ini disampaikan tim dosen dari Poltekkes Kemenkes Riau yang terdiri dari, Okta Vitriani, Mkes, Hamidah SST, Mkes, Isye Fadmiyanor SSIT Mkes, ketika sosialisasi di Keluarahan Bambukuning Kecamatan Tenayan Raya, Juni hingga Oktober 2017 lalu.

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk menerapkan penilaian  tumbuh kembang bayi/balita dengan KPSP oleh ibu yang memiliki balita  sehingga dapat mendeteksi secara dini penyimpangan yang terjadi pada pertumbuhan dan perkembangan pada bayi/balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2017 di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Kecamatan Tenayan Raya dengan sasaran 30 orang ibu-ibu yang memiliki balita.  

Kegiatan dimulai dengan penjajakan dan mengumpulkan ibu kelompok sasaran. Kemudian, tim kata Okta Vitriani, melakukan pembinaan dan pelatihan bagaimana menggunakan KPSP. Metode dalam pengabdian ini dengan ceramah, tanya jawab dan praktik langsung ke balita.. Hasil yang didapatkan, tim mendapatkan kemampuan ibu untuk menggunakan KPSP mencapai 90 persen.

Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang komplek dalam pola teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Hal tersebut termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan, sedangkan untuk tercapainya tumbuh kembang yang optimal tergantung pada potensial biologisnya.

Masalah kesehatan yang muncul setiap tahun hampir selalu sama. Ditambah lagi karena sebagian besar penduduk adalah Suku pendatang yang memilki perilaku kesehatan yang kurang baik. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di Kelurahan Bambukuning, masih banyak RW yang tidak memiliki posyandu. Posyandu menurutnya menjadi akar dalam promosi kesehatan. Terutama kesehatan balita supaya tidak terjadinya hal yang tidak diinginkan, seperti gizi buruk dan hal lainya. Disamping kesehatan, persoalan pendidikan dan infrastruktur juga masih menjadi keluhan pada kelurahan tersebut.Pada survey awal didapatkan data bahwa pada tahun 2015 terdapat 3 kasus bayi/balita Bawah Garis Merah (BGM) yang dirujuk ke Puskesmas Sail.  

Tim juga menyampaikan, kalau hasil pengabdian masyarakat pada tahun 2016 lalu, pelatihan kader tentang penilaian pertumbuhan balita dengan menggunakan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP) di wilayah kerja puskesmas Rejosari Kecamatan Tenayan Raya didapatkan hasil mendeteksi tumbuh kembang dengan KPSP pada anak umur diatas 2 tahun akan sulit dilakukan jika anak-anak tidak kooperatif atau merasa asing dengan pemeriksa. Sehingga harus ibu atau pengasuhnya sendiri yang harus memberikan perintah sesuai dengan KPSP. Sedangkan anak usia dibawah 2 tahun akan lebih mudah karena bisa bertanya kepada ibu atau pengasuhnya.

Kader posyandu hanya memeriksa pertumbuhan bayi berdasarkan umur tanpa memantau perkembangan balita.Jadi untuk memantau perkembangan balita memang sudah seharusnya bisa dilakukan oleh ibu yang memiliki balita.

Sumber: Riaupos.co


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)