Rabu, 06 Desember 2017 - 09:39:54 WIB
Begini Perjalanan Kasus Suparman Terkait Khasus Suap Yang Menimpa Nya
Author : Adek Rudi Hidayat
Kategori: Riau - [ 3042 ]


PEKANBARU,RAnews.tv-Di usia yang masih muda, karier politik Suparman terbilang cemerlang.

Pria kelahiran Kota Lama, Kunto Darussalam, Rokan Hulu, 5 Juni 1969, itu terpilih menjadi wakil rakyat di DPRD Riau periode 2009-2014.

Ia kembali terpilih pada Pemilu Legislatif 2014, dan bahkan didapuk sebagai Ketua DPRD Riau.

Tak puas hanya menjadi pimpinan lembaga legislatif, Suparman maju bertarung di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Rokan Hulu 2015, berpasangan dengan Sukiman.

Ia kembali meraih sukses, dengan terpilih sebagai Bupati Rokan Hulu.

Tapi ia seperti jatuh ke titik nadir setelah namanya tersangkut dalam kasus suap pengesahaan APBD Perubahan Riau 2014 dan APBD Riau 2015.

Kasus ini terjadi ketika ia menjabat sebagai anggota DPRD Riau periode 2009-2014.

Gara-gara kasus ini, ia ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Suparman sempat bernafas lega ketika ia divonis bebas oleh majelis hakim tindak pidana korupsi di pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Ia menghirup udara bebas dan kemudian memimpin roda pemerintahan di Kabupaten Rokan Hulu.

Namun itu tidak berlangsung lama.

Hanya sekitar 8 bulan Suparman menikmati empuknya kursi bupati.

Itu lantaran upaya hukum kasasi yang diajukan jaksa KPK dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA) dan putusannya keluar awal November 2017.

MA memvonis Suparman bersalah dan menghukumnnya dengan hukuman penjara selama 6 tahun serta denda Rp 200 juta.

Tak cuma itu, MA memerintahkan hak politik Suparman dicabut selama lima tahun terhitung pidana pokok dilaksanakan.

Putusan MA diambil majelis kasasi dipimpin Hakim Agung MS Lumme, dengan anggota Hakim Agung Krisna Harahap dan Hakim Agung Artidjo Alkostar.

Seiring dengan keluarnya putusan kasasi itu, MA memerintahkan agar Suparman segera ditahan dan menjalani hukuman

Bupati Rokan Hulu Suparman akan datang langsung ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, untuk menjalani hukuman dalam kasus suap pengesahaan APBD Perubahan Riau 2014 dan APBD Riau 2015.

Sebelum masuk penjara, ia sempat berpesan kepada masyarakat Rokan Hulu.

Suparman sendiri kemarin sudah berada di Kota Bandung dengan ditemani kuasa hukumnya.

Rencananya, ia akan dieksekusi kurungan badan, menghuni sel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Rabu (6/12/) ini.

Melalui kuasa hukumnya, Eva Nora, ia berpesan agar masyarakat Rokan Hulu (Rohul) tetap tenang.

Tidak gaduh.

Ia meminta masyarakat mendukung kepala daerah yang akan menggantikannya memegang tampuk kepemimpinannya di Rokan Hulu.

"Tetap tenang masyarakat di Rohul. Tetap amanah terhadap pemimpin di Rohul yang menggantikannya. Ini takdir beliau, tetap dijalani. Beliau minta doa dari masyarakat Rohul seluruhnya," ujar Eva Nora kepada pers, Selasa (5/12/2017).

Lapas Sukamiskin yang akan menjadi tempat Suparman menjalani masa hukuman berada jauh di Bandung, Jawa Barat.

Karena itu politisi Golkar tersebut meminta masyarakat Rohul untuk tidak repot-repot menjenguknya.

Ia hanya meminta doa agar senantiasa diberikan kesehatan selama berada di Lapas Sukamiskin.

"Pak Parman berpesan, karena pergi ke Sukamiskin jauh, tentu beliau tidak ingin merepotkan masyarakat. Kalau ingin besuk silakan, tetapi kan jauh. Beliau minta doanya saja agar senantiasa sehat," tutur Eva menyampaikan pesan Suparman.


Sumber: Tribunpekanbaru.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)