Senin, 04 Desember 2017 - 13:49:28 WIB
Terkuak, Orang yang Sempat Bungkam Akun Twitter Donald Trump
Author : M. Arpoda Nafiz Tampubolon
Kategori: Teknologi - [ 2278 ]


JAKARTA,RANEWS.TV - Akun Twitter Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sempat nonaktif selama 11 menit pada awal November lalu.
Hal ini menyebabkan pengguna tak menemukan akun Presiden AS (@realdonaldtrump) itu saat mencarinya di Twitter. 

Ternyata peretas akun Trumo ini adalah mantan pegawai Twitter keturunan Turki berkebangsaan Jerman, Bahtiyar Duysak. Namun, beberapa waktu kemudian Twitter mengakui bahwa itu merupakan ulah mantan kontraktor di hari terakhirnya bekerja.

Meski demikian, Twitter tidak mengenakan sanksi kepada mantan pegawainya itu. 

Duysak pun merasa tak melakukan kesalahan. Sebab, Duysak tak melanggar aturan apapun dan telah bekerja sesuai fungsinya."Saya tidak meretas siapapun. Saya tidak melakukan hal-hal diluar tanggung jawab saya...Saya tidak melanggar aturan apapun," terang Duysak dalam pernyataaannya kepada TechCrunchpekan lalu. 

Sesuai tugas

Di Twitter, Bahtiyar bekerja untuk divisi Kepercayaan dan Keamanan untuk kontraktor Pro Unlimited. Selain bekerja untuk Twitter, Bahtiyar juga bekerja untuk Google dan Youtube melalui kontraktor Vaco di bagian monetisasi.

Sehari-hari, divisi Bahtiyar menindaklanjuti laporan pengaduan atas kekerasan ataupun kelakuan buruk lainnya yang muncul dalam platform Twitter. Langkah yang harus diambil salah satunya adalah menonaktifkan akun pengguna yang dilapor.

Di jam terakhir pada hari terakhirnya bekerja, Bahtiyar menerima laporan seseorang yang mengadukan akun Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan ia memilih untuk menonaktifkan Twitter @realdonaldtrump tersebut.

Beberapa jam kemudian, pria tersebut didatangi oleh seorang wanita yang diminta menanyakan kaitan Bahtiyar dengan akun Presiden Amerika Serikat yang sempat sesaat nonaktif. Ia pun melihat berita yang ada dan kaget dengan apa yang terjadi.Meski ia tidak merasa bersalah atau melanggar peraturan apapun, ia tetap mengakui kejadian tersebut sebagai sebuah kesalahan dan tidak menyangka bahwa apa yang ia lakukan di hari terakhirnya bekerja memberi dampak besar.

Pada Juni lalu, Twitter mengakui akun Presiden Amerika Serikat @realdonaldtrump terlindungi dari hukuman penonaktifan atas pelanggaran Peraturan Layanan (Terms of Services) media sosial tersebut. 

Alasannya, cuitan Donald Trump dinilai masih "layak untuk diberitakan" dan membuat perhatian publik tetap tinggi.


Sumber: Cnnindonesia.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)