Kamis, 30 November 2017 - 10:09:24 WIB
Mengenalkan Jajanan Sehat Pada Anak Sejak Usia Dini
Author : M. Arpoda Nafiz Tampubolon
Kategori: Lifestyle - [ 4570 ]


JAKARTA,RANEWS.TV- Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), anak-anak Indonesia terbiasa jajan makanan ringan ketika jam istirahat. Jajanan apa pun dibeli selama meraka suka, walau terkadang tak memperhatikan kesehatan makanan tersebut.

Suatu kali, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku melakukan penelitian terhadap jajanan sekolah. Penelitian dilakukan pada tahun 2011-2014 dengan subjek penelitian 100 sekolah setiap tahun.

Pada tahun 2011, terhitung ada 44 persen jajanan yang tidak memenuhi syarat. Angka jajanan yang tidak memenuhi syarat tersebut terus menurun sampai 14 persen di tahun 2014.

“Karena menurun, kami lakukan penelitian dengan sampel lebih kecil pada tahun 2015. Sample kami ada 16 sekolah, angka jajanan yang tidak memenuhi syarat naik sampai 75 persen,” kata Kepala BPOM Maluku Sandra Lithin di SDN 1 Poka, Teluk Ambon, Rabu (29/11).BPOM Maluku, kata Sandra, melakukan pengawasan dan intervensi lebih kuat setelah melihat angka tersebut. Mulai dari menguji makanan, pengenalan jajanan kepada siswa dan intervensi ke sekolah dilakukan.

Sandra menjelaskan, pada 2016 pengawasan intensif dilakukan pada empat macam jajanan, yaitu minuman dengan es, minuman berwarna, bakso dan jeli. Kudapan, mie dan kue juga menjadi pengawasan pada tahun 2017.

Berdasarkan pengawasan itu, banyak jajanan mengandung mikroba dan tidak higienis. Selain itu ada minuman yang mengandung pemanis buatan, pengawet dan pewarna tekstil dengan melebihi batas.

“Jajanan itu didapat dari pedagang yang di luar sekolah. Kami sarankan sekolah untuk memiliki kantin sendiri agar bisa dikontrol,” kata Sandra.
Pengawasan BPOM sejalan dengan program Warung Anak Sehat (WAS) yang digagas Sarihusada yang bekerja sama dengan CARE International Indonesia. Program WAS bertujuan mengurangi jajanan yang tidak memenuhi syarat.

Manajer Program WAS Talitha Andini mengaatakan telah menjalankan program tersebut di SDN 1 Poka. Pengelola kantin SDN 1 Poka Desiane Kiriweno Johanis adalah orang yang mengikuti program tersebut. Ia disebut sehagai Ibu Warung Anak Sehat (IWAS).

“Edukasi nutrisi di bangku SD itu penting. Anak bisa diajarkan untuk bentuk kebiasaan jajan sehat, kemudian dijalankan kemudian hari,” kata Talitha.

Pembinaan, kata Talitha, sudah dilakukan beberapa kali kepada Desiane dan IWAS lain. Kemudian ada pendampingan kepada IWAS setiap dua minggu sekali.


Sumber: CNNINDONESIA


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)