Selasa, 17 April 2018 - 13:10:15 WIB
Minta Maaf, Facebook Indonesia Malah Dicecar Pertanyaan oleh DPR
Author : Adek Rudi Hidayat
Kategori: Nasional - [ 2660 ]


Jakarta ,RAnews.tv- Facebook Indonesia dimintai keterangan terkait dengan penyalahgunaan data 1,1 juta pengguna Facebook Indonesia oleh Komisi I DPR RI, Selasa (17/4/2018) di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi I DPR RI, Facebook diwakili oleh Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari dan Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner.

Di awal RDPU, Ruben Hattari memberikan penjelasan tentang kasus penyalahgunaan data yang melibatkan data 1,1 juta pengguna di Indonesia. Seperti CEO Mark Zuckerberg yang meminta maaf di depan anggota Parlemen AS atas kasus ini, Ruben pun mewakili Facebook juga meminta maaf.

"Kami sadar belum melakukan upaya maksimal dalam mencegah penyalahgunaan perangkat kami. Merupakan kesalahan besar bagi kami untuk tidak memandang tanggung jawab kami secara lebih luas dan CEO kami sepenuhnya mengambil tanggung jawab itu. Kami di sini ingin menyampaikan permohonan maaf," kata Ruben Hattari di depan anggota Komisi I DPR RI.

Setelahnya, para anggota Komisi I DPR RI pun memberondong perwakilan Facebook dengan beragam pertanyaan.

Anggota Komisi I DPR RI Meutya Hafid sempat menanyakan kesepakatan antara Facebook dengan Aleksandr Kogan, seorang penggembang aplikasi "thisisyourdigitallife" yang kemudian datanya dibagikan kepada Cambridge Analytica. Data ini kemudian dilanggar oleh Cambridge Analytica.

Sayangnya, pihak Facebook tidak membawa kesepakatan atau MoU yang dimaksud. "Padahal itu adalah poin penting dalam pembahasan ini," kata Meutya.

Hal ini juga dikeluhkan oleh Anggota Komisi I DPR RI Sukamta

"Facebook bukanlah platform hard copy. Anda bisa beri kepada kami dalam dua detik dan ini sudah berjalan satu jam lebih. Saya rasa itu bukan jawaban yang bagus," kata Sukamta.

Anggota Komisi I DPR RI Evita Nursanty justru menngaku tidak puas dengan penjelasan pihak Facebook terkait dengan penyalahgunaan data lebih dari 1,1 juta pengguna Facebook Indonesia. "

Jangan hanya meminta maaf saja tetapi tidak berbuat apa-apa," ujarnya.

Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan menyebut, di Indonesia Facebook telah mendapatkan banyak keuntungan, tetapi tidak melakukan banyak hal, terutama terkait dengan tersebarnya hate speech atau ujaran kebencian dan hoaks.

"Masalah hate speech dan hoax itu masalah luar biasa. Facebook paling parah untuk masalah ini, sebab orwng mengeluarkan ujaran kebencian, cacian, tetapi Facebook diam saja. Belum lagi masalah pornografi. Karena Facebook tidak berbuat apa-apa, kami harus membuat aturan yang tujuannya jangan sampai Facebook yang nggak berbuat apa-apa tetapi tetap dapat duit. Kami akan membuat aturan yang dapat mengatur," kata pria yang karib disapa Nico Siahaan ini.

Anggota Komisi I DPR Bobby Rizaldi pun menyoroti keamanan data pengguna Facebook yang mungkin dibagikan ke platform media sosial lain seperti Instagram.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo pun menegaskan, Indonesia sedang menyusun UU Perlindungan Data Pribadi. "Zuckerberg di depan Kongres AS menolak adanya UU Privasi baru di Amerika, Zuck minta maaf, tetapi tidak menyatakan bersalah. Di Indonesia, Facebook harus tunduk dengan Undang-undang itu," ujar Roy.


Sumber: liputan6.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)