Selasa, 17 April 2018 - 12:38:55 WIB
Rp 2,5 Triliun buat Tol Batang-Semarang Bank Mandiri Kucurkan
Author : Adek Rudi Hidayat
Kategori: Nasional - [ 1896 ]


Jakarta,RAnews.tv - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terus mendukung percepatan pembangunan proyek infrastruktur, dengan mengucurkan pinjaman sebesar Rp 2,5 triliun untuk pembangunan Tol Batang- Semarang.

Senior Vice President Corporate Banking PT Bank Mandiri Tbk, Yusak L.S. Silalahi mengatakan, Bank Mandiri menyalurkan pinjaman sindikasi bersama enam lembaga keuangan lainnya dengan total senilai Rp 7,731 triliun. Pinjaman itu akan digunakan untuk pembangunan ruas tol Semarang-Batang sepanjang 75 km.

"Bank Mandiri memiliki komitmen yang kuat dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur penting, seperti pembangunan jalan tol," kata Yusak, saat menghadiri penandatanganan sindikasi pinjaman, di Kantor Pusat Jasamarga, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Yusak mengungkapkan, porsi Bank Mandiri Rp 2,5 triliun atau 32,3 persen dari total pinjaman yang digelontorkan Rp 7,73 triliun. Jangka waktu pinjaman itu 15 tahun.

"Dalam skema ini, Bank Mandiri juga ditunjuk sebagai Joint Mandated Lead Arranger & Bookrunner, serta sebagai agen Escrow dan Jaminan," tutur Yusak.

Yusak menuturkan, penyaluran kredit ini menjadi implementasi konsistensi perseroan dalam mendukung sinergi antar BUMN pada program-program strategis Pemerintah, khususnya dalam percepatan penyediaan infrastruktur utama.

“Kami memiliki produk-produk pembiayaan yang bisa dimanfaatkan, termasuk pada tahap pembebasan lahan, pembangunan konstruksi maupun tahap pengoperasian,” kata Yusak.

Atas komitmen kuat tersebut, Bank Mandiri telah memberikan komitmen pembiayaan untuk pembangunan tol senilai Rp 14,2 triliun untuk 14 ruas tol sepanjang 592 km yang tengah dibangun, dengan realisasi penyaluran sebesar Rp 7,6 triliun hingga Desember 2017.

“Hampir kurang lebih 75 persen kehadiran Bank Mandiri dalam berbagai proyek jalan tol tersebut direalisasikan secara sindikasi, baik dengan bank BUMN, bank swasta, maupun lembaga keuangan non bank. Hal ini merupakan salah satu strategi ini untuk mengelola risiko dan menjaga kualitas pembiayaan kami,” kata Yusak.


Sumber: liputan6.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)