Sabtu, 17 Maret 2018 - 13:43:10 WIB
Bonita Kabur Lagi, setelah Sempat Pingsan Ditembak
Author : Adek Rudi Hidayat
Kategori: Riau - [ 3615 ]


PEKANBARU,RAnews.tv- Tim penyelamatan harimau di Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil) berhasil menembak bius harimau yang diduga menyebabkan dua warga tewas. Tapi, setelah ditembak, tim kehilangan jejak karena harimau kembali sadar.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono mengatakan, tim gabungan kehilangan jejak harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) bernama Bonita meski sebelumnya berhasil ditembak bius di areal perkebunan sawit. Alhasil, tim terpaksa harus  kehilangan jejak Bonita setelah si kucing belang itu tersadar dari efek bius.

“Baru saja (sekitar pukul 22.00 WIB, red) Bonita bangun dan tidak terpantau lagi,” kata Suharyono, Jumat (16/3) malam.

Dia menjelaskan, kondisi perkebunan yang minim pe­nerangan dan cenderung gelap gulita menyulitkan tim gabungan melacak Bonita. Namun, Suharyono memastikan sebelum kehilangan jejak, Bonita berhasil ditembak bius dan sempat pingsan.

Hanya saja, tim tidak serta merta langsung mendekati dan menangkap Bonita karena perlu memastikan kondisi benar-benar aman. Namun, ketika saat akan didekati, ternyata Bonita tersadar dan langsung menghilang. “Tadi memang sempat pingsan. Suasananya di tengah kebun, gelap. Situasi terakhir memang tidak terpantau lagi,” ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini kondisi tim di lapangan cukup kesulitan karena mobil yang mereka kendarai harus terjerembap dan masuk ke dalam kanal.

“Jadi sekarang tim menyatu di satu titik sembari menunggu bantuan cahaya serta alat berat untuk evakuasi kendaraan. Mohon doanya agar tim kami selamat di lokasi sekarang,” ujarnya.

BBKSDA Riau sebelumnya mengonfirmasi berhasil menembak bius Bonita sekitar pukul 20.00 WIB di areal perkebunan sawit PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP) Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran. “Lokasi tepatnya di dekat box trap (perangkap harimau yang dipasang BKSDA, red) 3 dan 4, jalan poros tengah (perkebunan sawit) Eboni,” kata Haryono.

Rencananya, jika Bonita berhasil ditangkap dan kondisi kesehatannya memungkinkan, akan langsung direlokasi ke Pusat Rehabilitasi Harimau di Sumatera Barat (Sumbar).
 
“Yang jelas tidak dibawa ke Pekanbaru. Kami akan bawa ke Dharmasraya, Sumbar. Kenapa di sana, karena peralatan dan tim lebih lengkap dan siap di sana,” tuturnya.


Sumber: Riaupos.co


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)