Selasa, 13 Maret 2018 - 10:23:51 WIB
Unjuk Rasa, Nilai Lelang Sampah Tak Transparan
Author : Adek Rudi Hidayat
Kategori: Riau - [ 10300 ]


Pekanbaru,RAnews.tv-Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pekanbaru melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Pekanbaru, Senin (12/3) siang. Kedatangan para mahasiswa tersebut mempertanyakan proses lelang angkutan persampahan yang dinilai tidak transparan.

Dalam aksinya yang berada diluar pagar kantor Walikota Pekanbaru tersebut, mereka turut membawa kertas karton berisi berbagai tuntutan. Kemudian tuntutan tersebut juga disampaikan melalui orasi secara bergantian.

Salah satu orator meminta Walikota Pekanbaru dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru untuk mengusut kasus tidak transparannya proses lelang tersebut. Apalagi mereka menganggap Pemko Pekanbaru gegabah dalam menyelesaikan persoalan sampah tersebut

"Usut tuntas monopoli proyek pada pelelangan pegangkutan sampah di Kota Pekanbaru ini. Kami minta Walikota Pekanbaru dan Dinas Kebersihan (DLHK) untuk mengusut tuntas kasus-kasus ini," teriak salah satu orator.

Koordinator aksi, Amri Taufik saat dalam orasinya menduga ada kongkalikong dan permainan dalam proses lelang sewa angkutan persampahan tersebut. Sehingga menurutnya pada lelang zona 1 yang semestinya diumumkan akhir Februari namun hilang dari website LPSE.

"Kami menduga ada kongkalikong dan permainan dalam lelang proyek ini. Sehingga kami minta ini diusut tuntas, apalagi pemenang proyek berasal dari Jakarta. Kalau ini tidak ditanggapi, kami akan datang lagi dengan jumlah massa yang lebih besar," ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Satuan Polisi Pamong Praja (Kaban Satpol PP) Kota Pekanbaru berupaya berdialog dengan pendemo untuk meredam aksi. Namun mereka menolak karena menurut mereka yang harus datang menemui adalah Walikota Pekanbaru dan Kepala DLHK.

Dihubungi terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Zulfikri mengatakan demo yang diarahkan ke DLHK tersebut merupakan demo salah alamat. Pasalnya proses pelelangan berada di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemko Pekanbaru.

"Itu salah alamat kalau diarahkan ke DLHK. Kami tidak ikut campur dalam proses pelelangan. DLHK hanya sekedar menyiapkan persyaratan lelang dan aturan-aturannya. Kalau pemenang lelang itu ditetapkan oleh Pokja tersendiri," paparnya.


Sumber: Riaupos.co


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)